Skip to main content

pertemuan > perpisahan

"dimana ada pertemuan, disitu bakal ada perpisahan"
pepatah yg sangat benar..
dan aku benci itu

setiap kita bersama seseorang,
kita marah, kita jengkel kepadanya
kita berharap dan ingin ia pergi jauh2 dari kita dan tidak mengusik ketenangan
tapi, saat orang itu benar2 menjauh, bahkan menghilang dari kehidupan kita,
kita menangis, kita menyesal
kita berharap bahwa orang itu kembali lagi kepada kita
kita akan melupakan semua kelakuannya yg menjengkelkan
yang tersisa hanya kenangan2 indah saja
kenangan indah antara kita dengan dirinya

manusia memang tidak bisa bersyukur
susah
dikasih enak gamau,
dikasih susah juga gamau
dengan begini, aku jadi dapet pelajaran
aku gaboleh sia2in kesempatan yg gabakalan dateng 2x
aku gaboleh buang2 waktu buat semuanya

semua itu lagi aku rasain sekarang
kehilangan seorang sahabat
kehilangan seorang teman yg wow
kehilangan seorang guru yg berarti
kehilangan kakak2 kelas yg baik

untung aku ga kehilangan sahabatku yg lainnya
teman2ku yg pengertian
guru2ku yg baik :')

aku beryukur sekaligus menyesal
aku ingin kembali ke awal
kembali ke pertama kali kita semua bertemu
bahkan aku tidak ingin mengenal kalian semua
karna hanya membuatku sakit
saat aku kehilangan kalian semua :(

so, don't leave me guys
i'd never want to lose you, all
cause you still in my heart
part of my life :')

Comments

Popular posts from this blog

He

he, he is good who always helps me he is care who always know me so well he is faithful who always with me he is smart who teach me good things

Kembalikan Keluarga sebagai Surga Anak (Opini)

halo selamat malam! bagaimana kabarnya? sudah pada mudik lebaran? saya, Naren, mengucapkan mohon maaf lahir dan batin ya! semoga puasa yang kita lalui mendapatkan keberkahan-Nya selalu, aamiin. sekarang saya akan memberikan balasan terhadap opini yang ditulis di koran Jawa Pos, Rabu 12 April 2017, halaman 4 kolom 3 dengan judul “ Kembalikan Keluarga sebagai Surga bagi Anak ” oleh Fathur Rozi. http://www.jawapos.com/read/2017/04/12/122902/kembalikan-keluarga-sebagai-surga-bagi-anak Tulisan opini tersebut membahas mengenai kondisi anak-anak dan remaja yang saat ini semakin memprihatinkan. Mereka sangat bergantung kepada teknologi, sehingga kurang memperhatikan lingkungan sekitar. Mereka juga memiliki tingkat religiusitas yang rendah sehingga tidak mengetahui bahwa sebagian dari tindakan yang mereka lakukan merupakan sesuatu yang salah. Hal tersebut terjadi karena kurang maksimalnya peran orang tua sebagai agen sosialisasi dalam keluarga. Saya disini berbicara sebagai mahasiswa...