Skip to main content

mai best prenn..

ehem..
siaang :D
aku mau pamer niiih!!
wakakaka *songong
aku mau tunjukkin my really best friends, just one in the world!
ini diaaa, CHANTYA AMALIA <3
dia itu astagaaaa..
cewek tercantik n terbaik yang pernah aku kenal sepanjang hidupkuu <3
kita udah sahabatan dari kelas 1 sd sampe sekaraang <3
aku cinta diaa <3

ini waktu kita kelas 6 duluu <3


dulu kita itu kayak jodoh banget! wkwkwk
dulu NEM ku itu 25,45 *jelek XS* eh dia 26,45
trus nilai tes buat masuk ke smp negeri itu aku 17,25 si dia 18,25
semua ditotal trus dibagi 2 hasilnya aku 21,35, sedangkan dia 22,35
bayangkaaan, tanpa sengaja kita selalu beda 1 n itu lebih tinggi si anty .-.
trus dia di masuk smp 4 sedangkan aku di mutiara bunda
rumahnya dia di deket sekolahku n rumahku deket sama sekolahnya dia
harusnya kita tukeran rumah aja ya?? -_-v
tapi sekarang kita jarang ketemuu :(
pada sibuk :(


dulu dia sempat jadi model sampe jakarta
cantik bangeeet @,@
tapi sekarang dia udah jadi aliim O:)
cieileehh...
aaa... ai luph yu mai best prenn..
sori kalo aku berlebihan, abis seneng banget bisa punya sahabat kayak dia :D
ma'aciih :D
keep reading yaps :*

Comments

Popular posts from this blog

He

he, he is good who always helps me he is care who always know me so well he is faithful who always with me he is smart who teach me good things

Kembalikan Keluarga sebagai Surga Anak (Opini)

halo selamat malam! bagaimana kabarnya? sudah pada mudik lebaran? saya, Naren, mengucapkan mohon maaf lahir dan batin ya! semoga puasa yang kita lalui mendapatkan keberkahan-Nya selalu, aamiin. sekarang saya akan memberikan balasan terhadap opini yang ditulis di koran Jawa Pos, Rabu 12 April 2017, halaman 4 kolom 3 dengan judul “ Kembalikan Keluarga sebagai Surga bagi Anak ” oleh Fathur Rozi. http://www.jawapos.com/read/2017/04/12/122902/kembalikan-keluarga-sebagai-surga-bagi-anak Tulisan opini tersebut membahas mengenai kondisi anak-anak dan remaja yang saat ini semakin memprihatinkan. Mereka sangat bergantung kepada teknologi, sehingga kurang memperhatikan lingkungan sekitar. Mereka juga memiliki tingkat religiusitas yang rendah sehingga tidak mengetahui bahwa sebagian dari tindakan yang mereka lakukan merupakan sesuatu yang salah. Hal tersebut terjadi karena kurang maksimalnya peran orang tua sebagai agen sosialisasi dalam keluarga. Saya disini berbicara sebagai mahasiswa...